ANALISIS MANAJEMEN RISIKO PADA PROSES DISTRIBUSI SEMEN DENGAN METODE FMEA : STUDI KASUS PT XYZ
DOI:
https://doi.org/10.61412/jnsi.v5i2.374Abstract
Distribusi semen merupakan aktivitas logistik dengan tingkat kompleksitas dan risiko tinggi, khususnya pada perusahaan berskala nasional. PT XYZ sebagai perusahaan logistik BUMN mengoperasikan ribuan armada truk untuk mendistribusikan semen dari pabrik ke gudang dan pelanggan, sehingga rentan terhadap keterlambatan pengiriman, inefisiensi armada, dan kesalahan data operasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis risiko distribusi semen di PT XYZ serta menentukan prioritas mitigasi risiko menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan penilaian parameter Severity, Occurrence, dan Detection. Hasil penelitian mengidentifikasi 22 potensi kegagalan yang dikelompokkan ke dalam empat risiko utama, yaitu parkir lama armada, operasional rute distribusi, inapan armada di gudang, serta administrasi dan data operasional. Analisis FMEA menunjukkan bahwa risiko dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi berkaitan dengan penurunan ritase akibat parkir lama dan inapan armada. Melalui analisis Pareto, diperoleh 14 risiko kritis sebagai prioritas perbaikan. Implementasi tindakan pengendalian terbukti menurunkan nilai RPN secara signifikan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan manajemen dalam meningkatkan efisiensi distribusi, keandalan armada, dan pengelolaan risiko logistik secara berkelanjutan.
References
Asian Development Bank. (2020). Infrastructure for a seamless Asia. Asian Development Bank.
Chopra, S., & Meindl, P. (2022). Supply chain management: Strategy, planning, and operation (7th ed.). Pearson Education.
Christopher, M. (2016). Logistics & supply chain management (5th ed.). Pearson Education.
Deloitte. (2021). Digital transformation in logistics: Reducing administrative risk and improving efficiency. Deloitte Insights.
Fitri, K., Nugraha, A., & Kuswinarno, M. (2024). Distribusi kargo sebagai bagian integral dari rantai pasok: Efektivitas pengiriman dan biaya logistik. Owner: Riset dan Jurnal Akuntansi, 9(4). https://owner.polgan.ac.id/index.php/owner/article/view/2842
Global Cement Report. (2024). Global cement industry overview 2024. International Cement Review.
Lestari, R., & Yunanto, D. (2022). Analisis risiko transportasi barang industri menggunakan metode House of Risk (HOR). Jurnal Teknik Industri, 23(2), 115–126.
McDermott, R. E., Mikulak, R. J., & Beauregard, M. R. (2009). The basics of FMEA (2nd ed.). CRC Press.
McKinsey & Company. (2022). Improving fleet reliability and logistics efficiency. McKinsey Global Institute.
Porter, M. E. (1985). Competitive advantage: Creating and sustaining superior performance. Free Press.
Prasetyo, A. (2021). Analisis risiko operasional distribusi bahan bangunan menggunakan metode HAZOP. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 10(1), 45–54.
PwC Indonesia. (2023). Indonesia logistics outlook: Managing cost and efficiency. PwC Indonesia.
Radistya, A. (2024). Manajemen risiko distribusi pada industri manufaktur di Indonesia. Jurnal Manajemen Operasi, 6(1), 22–31.
Schwab, K. (2018). The fourth industrial revolution. World Economic Forum.
Siemens. (2023). Siemens Amberg Electronics Works: Smart factory case study. Siemens AG.
Stamatis, D. H. (2003). Failure mode and effect analysis: FMEA from theory to execution (2nd ed.). ASQ Quality Press.
Transportation Research Board. (2021). Freight transportation risk and cargo damage. National Academies Press.
Waters, D. (2019). Supply chain risk management: Vulnerability and resilience. Kogan Page.
World Bank. (2023). World logistics performance index report. World Bank Group.
World Economic Forum. (2023). Global lighthouse network: Unlocking sustainability through digital transformation. World Economic Forum.











