Teologi Kasih Dan Rekonsiliasi Antarumat Beragama Di Era Society 5.0 : Sebuah Pendekatan Humanioristik
Keywords:
Teologi kasih, rekonsiliasi, antarumat beragama, humanioristik, dialog antar iman, pluralismAbstract
Dunia yang semakin plural dan kompleks memerlukan pendekatan teologis yang mampu menjawab tantangan relasi antar umat beragama secara inklusif dan transformatif. Tulisan ini mengangkat teologi kasih sebagai fondasi utama dalam membangun rekonsiliasi antar umat beragama melalui pendekatan humanioristik. Teologi kasih tidak hanya dipahami sebagai doktrin keagamaan, tetapi sebagai sikap hidup yang mengedepankan penghargaan terhadap martabat manusia, penerimaan terhadap perbedaan, dan komitmen terhadap perdamaian. Sementara itu, pendekatan humanioristik menempatkan pengalaman manusia sebagai titik tolak refleksi teologis dan membuka ruang dialog antariman yang sejati dan setara. Dengan memadukan kedua pendekatan ini, tulisan ini menawarkan suatu kerangka pemikiran yang menekankan pentingnya dialog, empati, dan solidaritas sebagai jalan menuju rekonsiliasi. Penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka, yang menelaah gagasan-gagasan teologis dari berbagai tradisi agama dan relevansinya dalam konteks masyarakat multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa kasih—sebagai nilai universal—dapat menjadi jembatan yang kokoh untuk membangun relasi yang damai, saling menghargai, dan berkeadaban antarumat beragama.
References
Boice, James Montgomery.. Dasar-dasar Iman Kristen: Sebuah Theologi yang Komprehensif dan Mudah Dibaca terjemahan Lanna Wahyuni. Surabaya: Penerbit Momentum, 2011.
Creswell, John W.. Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016.
Carolina Narvaez Rojas, Rojas, Gustavo Adolfo Alomia Peñafiel, Diego Fernando Loaiza Buitrago dan Carlos Andrés Tavera Romero, “Society 5.0: A Japanese Concept for a Superintelligent Society,” Sustainability 13, no.12 (Juni 2021): 1.
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, “Wujudkan Transformasi Digital, Kominfo Gencar Kembangkan Infrastruktur,” https://www.kominfo.go.id/content/detail/27751/wujudkan-transformasi-digital- kominfo-gencar-kembangkan-infrastruktur/0/sorotan_media (diakses 20 November 2022).
Andreas A Yewangoe, Hidup dari pengharapan Memertanggungjawabkan Pengharapan di Tengah Masyarakat Majemuk di Indonesia(Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2017), hal.59
James Montgomery Boice, Dasar-dasar Iman Kristen: Sebuah Theologi yang Komprehensif dan Mudah Dibaca, terjemahan Lanna Wahyuni (Surabaya: Penerbit Momentum, 2011), 356.
Erickson, M. J. (2013). Christian Theology (3rd ed.). Grand Rapids, MI: Baker Academic.
Rannu Sanderan, “Pesan Perdamaian Melalui Literasi Digital,” dalam Literasi Digital Dalam Persfektif Kristen, Kalis Stevanus, dkk (Tawangmangu: Pusat Studi Seni dan Budaya STT Tawangmangu, 2018), 61.
Phillips, Richard D, Apakah Pendamaian Itu?, (Surabaya: Momentum, 2014)
Marta, Bob. Konflik Agama dan Krisis Intoleransi : Tantangan atau Mimpi Buruk Keberagaman Indonesia?, Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan : 2020.