KONTRIBUSI GURU BK DALAM PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH

Authors

  • Gusman Lesmana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Wida Melani Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
  • Dian Hikmah Br Tarigan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.61412/jnsi.v5i2.406

Keywords:

Guru BK, bullying, pencegahan, bimbingan konseling, sekolah

Abstract

Bullying is a serious problem that threatens the well-being of students in schools. Guidance and Counseling (BK) teachers play a strategic role in preventing bullying behavior through various structured services and programs. This study aims to analyze the contribution of BK teachers in preventing bullying behavior in schools. The method used is a literature study by reviewing various relevant literature sources from 2017-2025. The results show that BK teachers contribute through orientation services, information, individual and group counseling, classical guidance, mediation, and collaboration with various parties. Comprehensive prevention programs, early detection, and handling of bullying cases are the primary responsibility of BK teachers. In conclusion, BK teachers have a vital role in creating a safe and bullying-free school environment through preventive, curative, and developmental approaches.

References

Anggraini, R. (2023). Efektivitas konseling kelompok terapi perilaku kognitif untuk mengurangi perilaku bullying pada siswa SMP. Jurnal Konseling Indonesia, 8(2), 112-125.

Coloroso, B. (2018). Penindas, tertindas, dan penonton: Resep memutus rantai kekerasan anak dari presis hingga SMU. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Fitriani, A. (2022). Peran bimbingan klasikal dalam pencegahan perilaku bullying di sekolah menengah. Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia, 7(1), 45-58.

Hartinah, S., & Mulawarman, M. (2021). Peran konselor sekolah dalam menangani kasus bullying: Kajian teoritis dan praktis. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 6(3), 134-147.

Hidayati, N. (2020). Tantangan guru BK dalam implementasi program anti-bullying di era digital. Jurnal Konseling Sekolah Indonesia, 5(2), 89-102.

Nandang, R. (2018). Kolaborasi pemangku kepentingan pendidikan dalam pencegahan bullying di sekolah. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(1), 67-80.

Priyatna, A. (2019). Anti Bullying: Mengatasi kekerasan pada anak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rahmawati, D. (2024). Model program anti-bullying berbasis konseling dan konseling komprehensif. Jurnal Riset Bimbingan dan Konseling, 9(1), 23-37.

Sari, IP, & Aziz, A. (2021). Penerapan konseling singkat yang berfokus pada solusi untuk mengurangi bullying verbal siswa SMP. Penasihat: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 11(2), 156-170.

Sejiwa. (2017). Bullying: Panduan bagi orang tua dan guru mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan. Jakarta: Grasindo.

Wibowo, ME (2020). Konseling kelompok perkembangan. Semarang: UNNES Pers.

Yulianto, F. (2025). Evaluasi program anti-intimidasi di sekolah menengah: Studi kasus praktik terbaik. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 10(1), 78-95.

Zakiyah, E.Z., Humaedi, S., & Santoso, M.B. (2019). Faktor yang mempengaruhi remaja dalam melakukan bullying. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 324-330.

Downloads

Published

27-02-2026

How to Cite

Gusman Lesmana, Wida Melani, & Dian Hikmah Br Tarigan. (2026). KONTRIBUSI GURU BK DALAM PENCEGAHAN PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH. Jurnal Nirta : Studi Inovasi, 5(2), 134–142. https://doi.org/10.61412/jnsi.v5i2.406

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.